Rabu, 31 Januari 2018 | 09:52 WIB

Seminar Agama Islam

Salah satu sasaran STMIK Budi Darma adalah meningkatkan ketaqwaan mahasiswa terhadap Tuhan yang Esa,maka program studi Teknik Informatika dan Manajemen Informatika bekerja sama dengan dosen pengampu matakuliah agama Islam melaksanakan seminar dengan topik adalah "Hakekat Pemuda Islam Menurut Perspektif Al-hadis" dengan pakar/pembicara adalah DR. Sulidar, M.Ag dosen  Pasca Sarja Universitas Islam Negeri Sumatera Utara(UINSU)  yang bertempat di Green Hall L.7 STMIK Budi Darma pada tanggal 27 Januari 2018 dengan ketua Pelaksana Ilhamsyah, M.Pd.

 

Jumlah peserta seminar tersebut berjumlah kurang lebih 200 orang mahasiswa. DR. Sulidar, M.Ag menyampaikan Pemuda suatu istilah yang selalu dibicarakan dalam berbagai forum perbincangan, baik ilmiah mau pun di lingkungan masyarakat pada umumnya. Secara umum dapat dikatkan bahwa pemuda adalah sebuah fase di antara dua fase yang lemah, yaitu kanak-kanak dan tua. Jadi, pemuda merupakan fase terkuat dala kehidupan manusia. Oleh karenanya pada pemuda-lah digantungkan harapan masyarakat dan bangsa, jika pemudanya rusak, maka masyarakatnya juga ikut rusak, termasuk bangsa dan negara.

 

Merujuk Alquran, pengertian pemuda dapat dilihat dari berbagai ayatnya, dengan memiliki karak Hakikat Pemuda Menurut Perspektif Al-Hadis, oleh Dr. Sulidar, M.Ag  teristik sifat dan sikap tertentu, perhatikan gambaran Alquran tentang pemuda pada ayat-ayat berikut ini. Memiliki sifat dan sikap pemberani, yakni berani merombak dan bertindak secara revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak, sebagaimana digambarkan dalam kisah pemuda (Nabi) Ibrahim as. Q.S.al-Anbiya’/ 21:59-60: Mereka berkata: "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim." Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim." 

 

Dapatlah disimpulkan bahwa hakikat pemuda menurut al-Hadis adalah mereka yang memiliki karakter sebagai manusia yang berkualitas, baik jasmani maupun rohani. Di antara karakter pemuda yang dipaparkan dalam alhadis adalah gemar beribadah, gemar belajar, gemar bekerja, memiliki keimanan yang kuat, keikhlasan, semangat, amal dan berkorban. Jika karakter ini melekat dalam diri pemuda, maka akan menjadi pelopor perubahan bangsa dan negara, yang pada gilirannya akan mewujudkan bangsa yang berkemajuan dalam material dan spiritual. Wallahu a’lam bissawab.

 

To The Top